Text
Prambanan
Sinopsis buku tentang Prambanan berpusat pada legenda klasik Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Kisah ini menceritakan perebutan kekuasaan antara Kerajaan Pengging dan Kerajaan Baka, yang berujung pada pembangunan mistis seribu candi dalam semalam sebagai syarat pernikahan. Karena tipu muslihat sang putri, pembangunan tersebut gagal dan melahirkan kutukan abadi.
Meskipun secara historis dibangun pada abad ke-9 Masehi oleh Kerajaan Medang, buku-buku yang membahas topik ini umumnya mengeksplorasi beberapa aspek berikut:1. Legenda Roro Jonggrang dan Bandung BondowosoAwal Cerita: Kekalahan Prabu Baka (Kerajaan Baka) oleh Bandung Bondowoso (Kerajaan Pengging).
Syarat Mustahil: Bandung Bondowoso jatuh cinta pada Putri Roro Jonggrang dan meminta untuk dinikahi. Sang putri menolaknya dengan syarat dibuatkan seribu candi dan dua buah sumur dalam satu malam.
Tipu Muslihat & Kutukan: Dengan bantuan pasukan jin, Bandung Bondowoso hampir menyelesaikan tugasnya. Mengetahui hal ini, Roro Jonggrang membuat keadaan seolah-olah pagi telah tiba dengan menumbuk padi dan membakar jerami. Jin-jin melarikan diri, menyisakan 999 candi. Mengetahui dirinya ditipu, Bandung Bondowoso mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca ke-1.000 untuk melengkapi jumlah candi yang diminta.
2. Sejarah dan Fakta ArkeologiBuku sejarah mengonfirmasi bahwa Candi Prambanan (atau Siwagraha) dibangun sekitar tahun 850 Masehi pada masa Raja Rakai Pikatan dari Dinasti Sanjaya. Kompleks ini dibangun sebagai candi agung untuk menghormati Trimurti dalam agama Hindu, yakni Brahma, Wisnu, dan Siwa, sekaligus menyaingi kemegahan Candi Borobudur.
3. Relief Epik RamayanaBuku-buku panduan sejarah atau budaya juga akan mengupas relief yang terpahat di dinding candi. Relief ini menceritakan kisah epik Ramayana (petualangan Rama menyelamatkan Sinta) dan Krishnayana, serta berfungsi sebagai sumber ajaran moral dan spiritual Hindu.
Bibliografi: hlm.
Label: Ulasan AI-assisted diverifikasi oleh Eka Alaina, S.I.Pust. 07 Juli 2026.
Tidak tersedia versi lain