Text
Borobudur Temple
Buku mengenai Candi Borobudur umumnya membahas sejarah, filosofi, dan proses pembangunannya sebagai monumen Buddha terbesar di dunia. Untuk literatur spesifik, buku seperti "Borobudur: Pusaka Abadi Nan Jaya" mengupas sejarah sejak abad ke-8 oleh Dinasti Syailendra, ribuan panel relief yang sarat nilai moral, hingga proses pemugarannya.
Jika Anda merujuk pada karya akademis atau panduan sejarah populer, berikut adalah ringkasan inti yang biasanya dibahas:Sejarah Pembangunan: Dibangun pada masa kejayaan Kerajaan Mataram Kuno (Dinasti Syailendra) sekitar abad ke-8 hingga ke-9 Masehi. Candi ini diperkirakan memakan waktu 75 tahun untuk diselesaikan.
Filosofi dan Struktur: Bangunan ini merupakan model makrokosmos alam semesta yang dibagi menjadi tiga tingkatan spiritual utama:Kamadhatu: Bagian kaki candi yang melambangkan dunia manusia yang masih terikat oleh nafsu dan dosa.Rupadhatu: Bagian tengah (terdiri dari teras berlorong) melambangkan manusia yang telah bebas dari urusan duniawi namun belum sepenuhnya mencapai pencerahan. Dihiasi oleh ribuan panel relief dan arca.Arupadhatu: Bagian atas berupa stupa-stupa berlubang yang melambangkan alam tertinggi, tempat manusia terbebas dari wujud dan rupa, menuju Sang Buddha (kesempurnaan tertinggi).
Penemuan dan Pemugaran: Candi ini sempat terkubur oleh abu vulkanik dan vegetasi lebat sebelum akhirnya "ditemukan" kembali pada tahun 1814 di masa pemerintahan Thomas Stamford Raffles. Pemugaran besar-besaran kemudian dilakukan untuk menyelamatkannya, menjadikannya situs Warisan Dunia UNESCO.
Bibliografi: hlm.
Label: Ulasan AI-assisted diverifikasi oleh Eka Alaina, S.I.Pust. 03 Juli 2026.
Tidak tersedia versi lain