Text
Tari Muang Sangkal dan Pengembangannya di Sanggar Tari Potre Koneng Sumenep Madura Jawa Timur
Buku Tari Muang Sangkal dan Pengembangannya di Sanggar Tari Potre Koneng Sumenep Madura Jawa Timur karya Sukari dan Th. Esti Wuryansari (2019) mengulas sejarah, makna simbolis, dan evolusi tari tradisional Sumenep. Buku ini membahas bagaimana tari penolak bala yang diciptakan Taufiqurrachman (1972) ini berkembang dari ritual keraton menjadi ikon budaya populer di Sanggar Potre Koneng.
Poin Penting Buku:
Asal-usul & Sejarah: Lahir dari kepedulian seniman Taufiqurrachman terhadap budaya Madura, tarian ini berakar dari tradisi Keraton Sumenep dan awalnya berfungsi sebagai ritual tolak bala.
Makna & Gerakan: Muang (membuang) Sangkal (petaka) melambangkan doa permohonan keselamatan kepada Tuhan, ditandai dengan taburan beras kuning dan gerakan halus (adhep asor).
Perkembangan (Sanggar Potre Koneng): Menjelaskan adaptasi tari di luar lingkungan keraton, penyesuaian busana, musik iringan, dan fungsi tarian sebagai hiburan sosial, resepsi pernikahan, dan penyambutan tamu besar.
Ciri Khas: Dibawakan oleh jumlah penari perempuan ganjil, mengenakan busana dodot legha, serta gerakan yang anggun.
Buku ini merupakan dokumentasi penting bagi pelestarian seni tradisi Madura, khususnya dalam memahami pergeseran fungsi Tari Muang Sangkal dari sakral ke profan (hiburan).
Label: Ulasan AI-assisted diverifikasi oleh Eka Alaina, S.I.Pust. 07 Maret 2026.
Tidak tersedia versi lain