Text
Kerusuhan di Pekalongan Jawa Tengah 1995-1999
Buku berjudul "Kerusuhan di Pekalongan Jawa Tengah 1995-1999" adalah buku hasil penelitian sejarah lokal yang diterbitkan pada tahun 2004 oleh Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta (sekarang di bawah Kemendikbudristek). Buku ini ditulis oleh tim yang terdiri dari Nurdiyanto, Darto Harnoko, Sri Retno Astuti, Hisbaron Muryantoro, dan Dwi Ratna Nurhajarini.
Berikut adalah sinopsis dan pokok bahasan buku tersebut:
Fokus Bahasan: Buku ini membahas rentetan konflik sosial dan kerusuhan yang terjadi di Pekalongan, Jawa Tengah, dalam kurun waktu 1995 hingga 1999. Fokus utamanya adalah menganalisis penyebab, kronologi, serta dampak dari konflik, terutama yang bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Konteks Konflik: Peneliti menyoroti bahwa kerusuhan di Pekalongan merupakan cerminan dari perubahan sosial, politik, dan ekonomi yang drastis di tingkat lokal seiring dengan tuntutan reformasi di Indonesia. Salah satu poin penting adalah konflik antara warga pribumi dengan non-pribumi (etnis Tionghoa) yang memuncak pada tahun 1995 dan berlanjut hingga periode 1998-1999.
Faktor Penyebab: Buku ini menjelaskan bahwa kerusuhan tidak terjadi secara tunggal, melainkan dipicu oleh akumulasi masalah ekonomi (pengangguran, kesenjangan), kecemburuan sosial, dan isu politik.
Pendekatan: Penelitian ini menggunakan sumber-sumber sejarah primer dan wawancara dengan masyarakat atau saksi pelaku sejarah untuk menggambarkan situasi kota Pekalongan pada masa transisi Orde Baru ke Reformasi.
Secara keseluruhan, buku ini merupakan studi komprehensif mengenai sejarah konflik di Pekalongan dan bagaimana masyarakat lokal menghadapi dinamika perubahan zaman.
Label: Ulasan AI-assisted diverifikasi oleh Eka Alaina, S.I.Pust. 07 Maret 2026.
Tidak tersedia versi lain