Text
Epistemologi Pemecahan Masalah : Menurut Karl R. Popper
Buku "Epistemologi Pemecahan Masalah: Menurut Karl R. Popper" menjelaskan bahwa titik tolak pengetahuan adalah masalah, bukan pengumpulan fakta, dan pengetahuan berkembang melalui uji coba dan kegagalan (falsifikasi), di mana teori ilmiah adalah yang bisa dibuktikan salah (falsifiable), bukan yang bisa dibuktikan benar (verifiable). Popper memperkenalkan rasionalisme kritis, di mana pengetahuan adalah sistem terbuka yang terus diperbarui dengan mengkritik solusi lama dan mencari solusi baru yang lebih baik, bukan mencari kebenaran mutlak.
Poin-Poin Penting:
Problem-Based Knowledge: Pengetahuan dimulai dari adanya masalah. Kita tidak memulai dengan mengamati fakta, tapi dengan menghadapi masalah yang ada.
Falsifikasi sebagai Kriteria Keilmiahan: Teori ilmiah adalah teori yang bisa diuji dan berpotensi untuk dipalsukan (falsifiable). Jika sebuah teori tidak bisa disalahkan, maka itu bukan ilmu pengetahuan sejati.
Rasionalisme Kritis: Ilmu pengetahuan maju melalui kritik dan koreksi kesalahan. Solusi ilmiah adalah sementara dan terbuka untuk digantikan oleh solusi yang lebih baik.
Dunia 3: Popper membedakan tiga dunia: Dunia 1 (fisik), Dunia 2 (mental/subjektif), dan Dunia 3 (produk pikiran manusia seperti teori, masalah, dan seni) yang memiliki otonomi dan penting bagi sains.
Secara Singkat: Buku ini menguraikan filsafat pengetahuan Popper yang menekankan pada proses aktif memecahkan masalah melalui kritik dan pemalsuan teori, daripada sekadar akumulasi bukti, menjadikan pengetahuan sebagai perjalanan tanpa akhir menuju pemahaman yang lebih baik.
Bibliografi: hlm. 189
Indeks: hlm. 193-200
Label: Ulasan AI-assisted diverifikasi oleh Eka Alaina, S.I.Pust. 22 Desember 2025.
Tidak tersedia versi lain