Text
Tradisi Makan dan Minum di Lingkungan Kraton Yogyakarta
Bibliografi: hlm.
Buku Tradisi Makan dan Minum di Lingkungan Kraton Yogyakarta mengkaji ritual, tata cara, hingga filosofi di balik hidangan dan jamuan di Keraton, termasuk peran Abdi Dalem dalam penyajian (seperti Ladosan Dhahar Dalem), perbedaan selera penguasa (HB VII lebih mementingkan tradisional), serta bagaimana hidangan menjadi bagian penting dari budaya adiluhung dan kehidupan sehari-hari yang mencerminkan nilai-nilai Jawa, seperti yang terlihat pada tradisi penyajian khusus untuk Sultan.
Poin-Poin Utama Sinopsis:
Warisan Budaya: Menggali tradisi makan-minum sebagai warisan budaya yang penting untuk dilestarikan dan memperkaya kebudayaan nasional.
Ritual & Tata Cara: Menjelaskan secara rinci prosesi penyajian makanan untuk Sultan, seperti peran Abdi Dalem (termasuk Oceh-Ocehan yang jadi cikal bakal dagelan) dan para istri Sultan.
Filosofi & Simbolisme: Mengungkap makna filosofis di balik pilihan makanan, seperti preferensi Sultan HB VII yang menghindari makanan berlemak tinggi demi kesehatan dan tradisi.
Peran Abdi Dalem: Mendeskripsikan tugas para Abdi Dalem dalam melayani, mulai dari membawa hidangan hingga menemani makan Sultan, menciptakan suasana yang khas.
Evolusi Tradisi: Menunjukkan perubahan dalam tradisi seiring waktu, misalnya lokasi Ladosan Dhahar Dalem (Gedhong Ngindrakila) yang kini sudah tidak ada.
Intinya, buku ini adalah kajian mendalam tentang aspek kuliner dan budaya di Kraton, yang bukan sekadar soal makanan, tetapi juga tentang sejarah, adat istiadat, dan kehidupan sosial para penghuninya.
Label: Ulasan AI-assisted diverifikasi oleh Eka Alaina, S.I.Pust. 19 Desember 2025.
Tidak tersedia versi lain