Text
Serat Wulang Reh
Bibliografi: hlm.
Serat Wulangreh adalah karya sastra Jawa klasik berupa tembang macapat karya Sri Susuhunan Pakubuwana IV yang berisi ajaran moral, etika, dan pedoman hidup luhur untuk mencapai kesempurnaan hidup di dunia dan akhirat, mencakup hubungan dengan Tuhan, sesama, pemimpin, serta tata krama dalam pergaulan, yang ditujukan kepada keluarga raja, bangsawan, dan rakyatnya, dengan penekanan pada nilai-nilai luhur seperti kejujuran, kesabaran, dan menghindari kesombongan.
Poin-Poin Utama dalam Serat Wulangreh:
Tujuan Utama: Memberikan tuntunan moral agar manusia mencapai keluhuran budi (manunggaling kawula lan Gusti) melalui perilaku yang baik.
Isi Ajaran:
Hubungan dengan Tuhan: Patuh, berserah diri, dan menjalankan perintah-Nya.
Hubungan dengan Sesama: Tata krama, sopan santun, menghindari fitnah, dan menjaga lisan.
Hubungan dengan Pemimpin: Sikap hormat dan pengabdian, serta ciri-ciri pemimpin yang baik.
Pengendalian Diri: Menghindari sifat tercela seperti sombong (adigang, adigung, adiguna) dan mengendalikan hawa nafsu.
Menuntut Ilmu & Guru: Pentingnya mencari ilmu dan memilih guru sejati.
Kefanaan Hidup: Mengingatkan akan kematian dan akhirat.
Bentuk dan Bahasa: Ditulis dalam bahasa Jawa menggunakan berbagai jenis tembang macapat (seperti Dhandanggula, Kinanthi, Sinom, Asmaradana, Pangkur, dll.), di mana setiap tembang memiliki karakter dan pesan tersendiri.
Konteks: Ditulis pada masa kekuasaan Pakubuwana IV (akhir abad ke-18) sebagai pedoman di tengah kemerosotan moral, berfungsi sebagai pengingat dan petunjuk hidup.
Secara ringkas, Serat Wulangreh adalah "buku petunjuk" Jawa yang mengajarkan cara menjadi manusia yang beretika, berbudi pekerti luhur, dan mencapai kesempurnaan hidup dengan bekal ilmu pengetahuan, moralitas, dan ketuhanan.
Label: Ulasan AI-assisted diverifikasi oleh Eka Alaina, S.I.Pust. 19 Desemeber 2025.
Tidak tersedia versi lain